Mengapa masih saja kau tawarkan tajamnya duri dibalik indahnya mawar
Padahal sudah kukatakan bahwa aku terluka
Bahwa aku tak sanggup lagi menahan pedihnya luka.
Masihkah kita dapat mencium harumnya mawar sementara diri ini tertusuk tajamnya duri!?
Dapatkah mata ini menikmati keindahan mawar sementara aku terluka karenanya!?
Bukankah seharusnya kau buang durinya, baru kau tawarkan kembali harumnya mawar!?
Tak cukupkah bagimu sewindu aku bertahan.
Kenapa masih saja kau bersikeras bahwa aku harus tetap bertahan
Inikah yang kau sebut Cinta!? sungguh, aku tak mengerti
darimana definisi cinta itu kau dapatkan
pujangga mana yang mengatakan bahwa cinta hanya tentang keegoisan